Translator/terjemahan

Sabtu, 14 Maret 2009

PERJAMUAN INDAH DI ISTANA LANGIT


Langit dengan riang membuka kedua tangannya, Bersiap menyambutku dengan penuh haru dan sukacita. Raut raut wajahnya sangat jelas betapa ia telah lama merindu akan hadirku. Meja meja perjamuanpun semua telah ia siapkan beserta para dayang dayang yang jelita, yang telanjang tanpa dusta dan kepura-puraan.
Akh.. Aku sangat tersanjung, saat semua tersenyum bahkan iblispun yang telah kupatahkan tanduknya turut tersenyum meski dengan sedikit malu. Langit cepat menyongsong dan memelukku,sejurus kemudian aku telah tenggelam kedalam segala kelapangan langit nan biru.
Pandanganku ku arahkan ke jejeran kursi yang sebenarnya lebih mirip singgasana yang bertatahkan emas dan permata. Akh semua kursi telah terisi kecuali dua buah yang letaknya agak di depan. Bintang, bulan, Matahari, dan seisi tata surya telah duduk menempati tempatnya masing. Mereka semua tersenyum menatapku.
Langit lalu menuntunku kekursi yang kedua dari depan. Aku menyapa semua yang hadir dengan bahasa diam, mataku yang berkaca kaca tentu telah mereka pahami betapa aku terlalu bahagia menerima penyambutan ini. Kemudian kepada langit aku berbisik, " Untuk siapa kursi yang paling depan itu ? ". Langit menjawab. " Untuk Ilmu………..
Sejenak aku tenggelam dalam nikmatnya bercengkrama dengan para penghuni langit. Tapi tiba tiba dua buah puisi mengalun lembut namun sangat sendu terdengar dari arah bumi. Puisi berjudul Rahasiaku ini begitu jelas terdengar memanggil manggil namaku.Tanpa berlama lama aku segera mohon diri. Dan kembali ke bumi. Berat rasanya meninggalkan Perjamuan ini Tapi suara itu begitu pilu dan aku tak tahan berlama lama mendengarnya…….


Selengkapnya...

Tragedi Cinta


Setiap kecemasan tentangmu datang mengancamku, aku tidak mau berdiam diri, tercekik dalam rasa takut yang mencekam. Aku memilih menggenggam senjata itu erat erat, lalu tanpa rasa ragu sedikitpun aku menarik pelatuknya maka peluru kerinduan itu berhamburan keluar dari moncong senjata itu, menghunjam, mengarah ke dadamu yang sebelah kiri tempat di mana segala rahasia hidup kau samarkan.
Akibatnya selalu bisa kuduga meski bukan itu yang kuinginkan, dengan tegar engkau tetap tegak berdiri tak tampak segores lukapun pada tubuhmu (pada pandangan mata awamku). Sejenak kau berbalik membelakangiku lalu menutup separuh wajahmu dengan kain, mungkin maksudmu agar aku tak mengenalimu atau mungkin kamu tidak ingin aku membaca ekspresi luka kerinduan yang tak henti terpancar dari wajahmu.
Lalu kau berbalik ,kemudian Perlahan berjalan kearahku, dengan sedikit ragu kau melepaskan belati itu dari sarungnya. Aku tidak memicingkan mataku sejenakpun, tapi aku tidak mau menatap ke dalam matamu, aku tidak ingin menggagalkan keinginanmu. aku lebih memilih menatap belati cinta yang siap kau hunjamkan kejantungku. Belati cinta yang selama ini selalu kuanggap remeh kini bersiap merenggut semua kesombonganku.
Blazz……. beberapa detik kemudian belati itu telah menancap di dadaku, aku tidak pernah menduga sebelumnya kalau rasa sakitnya seperti ini………..perihnya amat amat sangat. Tapi bukan …. bukan belati itu yang menyakitiku. yang menyakitiku adalah karena yang menancapkannya adalah kamu, Orang yang sangat kukasihi.
Aku menduga akan ada darah yang tetumpah dari tubuh kita sebagai ganti dari MADU yang beberapa tahun mengalir di hatiku dan di jantungmu. Ternyata tidak, yang deras menghambur adalah nanah yang membusuk dan entah mengapa kematian yang kita undang enggan datang berkunjung.


Selengkapnya...

Minggu, 08 Maret 2009

Untaian Mutiara ini Hanya Untukmu



Untaian mutiara telah kuletakkan di dalam tas yang sering kau bawa bawa itu, sebagian dengan sepengetahuanmu, sebagiannya lagi tanpa sepengetahuannmu, Bahkan saat kupastikan kau akan beranjak pergi meninggalkanku, jejak berupa mutiara tetap kutinggalkan. Mutiara itu sangat tersembunyi kuselipkan dengan sangat rapi diantara lembaran lembaran rasa ingin tahumu. Tidak hanya itu untaian mutiara itu kubungkus dengan kalimat hitam yang sangat pekat sehingga jika hanya menyimaknya sepintas, kamu akan sulit mengenalinya. Itu semua kulakukan karena Aku takut ada yang melihat dan menggunakannya selain kamu. Kadang ku fikir betapa beruntungnya kau mendapatkan semua itu, sepatutnyalah seluruh penghuni jagad ini cemburu dan iri melihat dirimu.
Harapku suatu saat nanti mutiara itu mampu mengobati sedikit dendam kesumatmu. Kusadari aku telah meninggalkan kenangan kenangan yang suram di benakmu. Tapi semua tak mungkin bisa kuhindari ,semua berjalan di luar kendaliku. Kadang ada rasa khawatir kalau kalau kamu sendiri tidak bisa mangunakan mutiara itu, atau bahkan membuangnya di sebabkan karena kamu tak mampu mengenalinya…………….
Meski demikian aku tidak akan pernah merasa rugi telah memberikan sesuatu yang sangat bernilai bagiku. Aku telah menemukan lautan dimana gudang mutiara itu tersimpan sehingga aku tidak akan pernah kekurangan, hanya saja di butuhkan banyak pengorbanan berupa hati dan perasaan untuk kemudian bisa melewati bibir pantai kemudian menyelam ke dalam lautan biru yang hampir mustahil untuk bisa di jangkau dasarnya……………


Selengkapnya...

Selasa, 03 Maret 2009

SELAMAT MALAM BULANKU SAYANG………….( 6 RABIUL AWAL )


Aku mendongakkan kepalaku ke langit, dan rupanya yang selama ini kutunggu datang juga, bulan telah nyata di atas langit sana, duduk dengan elok di singgasananya menatapku malu malu, sunggingan senyumnya seolah pertanda dia sangat ingin memelukku. " Tanggal enam rabiul awal ini, mungkin …. hanya sepertiga bagian dari diriku yang bisa kau pandangi ,tapi besok aku berjanji akan datang lagi mengunjungimu dengan wajah yang lebih penuh" . bisiknya pelan hampir tak terdengar.

Tiga bulan aku menanti kehadirannya, terkadang hanya di temani bintang, tapi jika bintang pun enggan biasanya hanya gelap dan pekat langit yang selalu setia. Aku juga tak penah lagi peduli kepada gejala alam yang sering menghalangiku . Mendung yang hampir tiap malam memagari langit, atau lolongan anjing yang lebih mirip serigala Tak pernah kupedulikan. Detik detik berjalan seperti sengaja melambat, membiarkanku menunggu kadang sampai pukul empat pagi, aku tak pernah berkecil hati. Maka ketika Tiba saatnya hadirmu bertamu, Tak perlu kutunggu lama lagi, segera kugelar telapak tanganku di hamparan tanah tak berumput itu untuk menyambutmu, tak perlu lagi kutunggu sepi tak perlu kuundang senyap dan rasa sunyi. Semua yang hadir sudah sempurna Nyanyian jengkrik, suara cecak dan dinginnya angin yang menusuk kulit, cukuplah menjadi saksi.
Tubuh ini rasanya masih belum pantas ikut dalam perjamuan ini tapi karena dia sangat mencintaiku kepersilahkan dia turut mengecap nikmatnya bercengkrama dengan bulan sang dewi langit, Lalu mulai kukuak isi kepalaku dan isi jantungku, kubiarkan mengalir ke telapak tangan yang tadi kuhamparkan, secepat kilat bulan meninggalkan singgasananya lalu turun ke ketelapak tanganku. Kami pun akhirnya asik, dan air mata yang menetes, berubah menjadi lautan hikmah yang tiada berbatas……………………………….
Dan…… kisah segera terhenti, waktu telah memanggil bulan untuk kembali masuk ke peraduannya . Setidaknya sebuah janji telah kugenggam ……" Esok malam aku kan kembali……………." begitu janjinya.

Selengkapnya...

Sabtu, 28 Februari 2009

NAGA BONAR MENDADAK CAPRES



Beberapa minggu yang lalu saya di suguhi sesuatu yang sangat menggelikan, salah seorang caleg yang berurut no 1 pada dapil di kecamatanku ditanya tentang visi dan misinya oleh seorang teman, Eh… bukannya menjawab dia malah balik bertanya visi dan misi itu apa ya ?????, lalu kemaren aku nonton acara ngobrol politik di sebuah TV swasta, salah seorang caleg yang juga no urut 1 berpesan supaya rakyat menjadi pemilih yang cerdas dan jangan memilih caleg yang suka bagi bagi duit dan sembako, padahal dia sendiri yang…………….
Huh…… sepertinya semakin mudah untuk mendapatkan obat awet muda dinegeri ini, nggak perlu nonton tukul,nggak perlu tunggu tawa sutra xl cukup ngobrol dengan caleg caleg itu, eh tunggu dulu caleg itu kependekan dari calon legislatif atau calon lenong rumpi ya ??? uuuuuuuuuh nggak lucu…………..
Tapi…. malam ini di TV ada berita yang lebih ngak lucu lagi neh, Itu Dedy miswar bin Naga bonar mendeklarasikan dirinya untuk ikut dalam perburuan Capres. Wuaaaoo ini betul betul kejutan, rupanya Bang Naga bonar nggak tahan ngeliat acara lenong rumpi politik indonesia yang nggak lucu lucu.

Sayangnya penampilan Bang Naga sebenarnya nggak lucu lucu amir …. soalnya waktu di tanya Kira kira apa yang dia tawarkan sehingga rakyat memilih dia bang Naga jawabnya hanya mutar mutar nggak jelas kemana arahnya.,
juga waktu Nita talisa ( presenternya Bang One ) nanya soal politik bang Naga malah menjawab kalau dia tabu soal politik, DUUHHHH………………………, mau jadi presiden tapi enggan berpolitik wah….. gimana….. Revolusi aja bang !!!!!!!, Yang paling ngawur adalah ketika dia ditanya tentang fulus yang akan di gunakan untuk kampanye, Bang naga jawab kalo rakyat indonesia ini kaya kaya dan mereka mau berkorban untuk sebuah perubahan. nggak realistis……. rakyat mana yang kaya bang ?. Niat baik, rasa percaya diri dan keberanian bang Naga memang perlu di apresiasi, Sayangnya untuk membangun negara sebobrok ini rasanya modal itu belumlah cukup. Apa bang Naga bisa membangun negara ini hanya berdua dengan Wapresnya, tanpa Partai, tanpa DPR waaaaaah……. Partai yang besar saja yang sudah sedemikian solidnya masih perlu berkoalisi dengan partai besar lainnya, itupun sejauh mana keberhasilannya nanti kita belum tau. kita memang pantas terkejut ama ulah bang Naga tapi kayaknya Ngga lucu ya……
Terlepas dari semua itu kita mungkin tau bahwa sebenarnya Bang Dedy miswar itu adalah salah satu produk unggulan dari Tuhan. ini sangat jelas terlihat dari Film Film yang dia buat dan dia bintangi. Di jaman di mana sinetron dan film itu menjadi media penyesatan bang Dedy malah bertahan melawan arus dan membuat sinetron yang berisi pencerahan . Saat sebagian besar film dan sinema kering akan makna, bang Dedy malah menghadirkan karya karya yang sarat akan pesan pesan moral. Bang Dedy benar benar telah menghadirkan secawan embun nan sejuk di tengah gersang dan tandusnya sinema sinema negeri ini.
Aku sendiri sebenarnya menduga sebenarnya Bang dedy Cuma mau menyentil telinga telinga orang indonesia bahwa sebenarnya banyak orang Indonesia yang bisa menjadi presiden bukan Cuma yang itu… itu …melulu……..


Selengkapnya...

Jumat, 27 Februari 2009

UPGRADE LAGI

Tinggal menghitung hari, dan aku akan kembali memasuki proses upgrade, salah satu software yang ada dalam diriku akan di perbaharui kembali, Sistem operasi yang ada dalam tubuhku sekarang memang sudah jauh berbeda di bandingkan empat lima bulan yang lalu, sehingga memang di perlukan perangkat lunak yang baru untuk menunjang kinerja sietemku yang super fantastis .
Tidak sabar rasanya menanti saat saat berbahagia itu, tapi yang aku kuatirkan jika pada saat proses itu tiba tiba orderku membanjir, wah bisa kacau, masalahnya proses upgrade sistem seperti ini biasanya memakan waktu yang lumayan…………………
Entah mengapa perasaan bahagiaku seperti meluap luap tanpa kendali, sehingga rasa keraguanku mengapung karenanya, padahal aku sangat menyadari bahwa semakin baik Spesifikasi sebuah sistem akan semakin berat pula beban yang akan diembankan padanya.


Selengkapnya...

MUSIM CALEG ( Musim Golput )

Awan hitam politik menggantung di awan itu pertanda kalo sebentar lagi Musim Caleg segera tiba, hujan janji semakin lebat menambah suburnya pertumbuhan baliho baliho di setiap sudut kota. Tanah tanah yang biasanya kering kerontang kini di banjiri oleh sembako sembako murah yang di berikan oleh para partai dan caleg calegnya,rupanya panen sebentar lagi akan tiba…… panen mimpi.
Beberapa orang yang lewat segera menyiapkan payung golputnya takut basah dan ikut ikutan bermimpi.Aku juga melirik payung putih di tanganku dan bersiap membukanya, tapi aku mengurungkannya, kulihat mentari sudah mulai mengintip di balik awan hitam itu. Secercah harapku terbit kembali, rupanya masih ada kepastian di antara sejuta janji janji palsu itu. Suara Anis Matta pun kembali terdengar di telingaku ," Lebih Baik Menyalakan lilin daripada mengutuk Kegelapan, " .

Selengkapnya...

PINTU ILMU

Kepada tuan Mansur (kalau nggak salah ingat namanya memang benar neh) saya pernah bertanya, " Aku ini terkadang bingung tuan, setiap orang yang kutanyai selalu merasa ilmu dan pengetahuannya yang paling penting, sehingga harus di pelajari sesegera mungkin kalau tidak ingin celaka dan menjadi orang yang merugi". Yang mana sebenarnya ilmu yang paling penting tuan, yang Ekonom mengaku kalau ilmunya yang paling penting, yang dokter bilang ilmu tentang kesehatan, yang Ustadz bilang ilmu syariat, dan ada juga yang bilang ilmu hakikat. Semakin banyak yang ku tanyai aku malahan makin bimbang.

Tuan Mansyur lalu berkata," Kalau orang mengaku bahwa ilmunya yang paling benar dan tidak dengan mudah menyalahkan orang lain, itu berarti keyakinannya sudah tinggi dan tidak salah memang kalau kita bertanya kepada orang yang tidak lagi meragukan dirinya sendiri. Mengenai ilmu yang paling penting untukmu nanti kamu sendiri yang akan tahu jawabnya.Yang paling penting buat kamu adalah belajar dan belajar dengan sungguh sungguh, pintu ilmu apapun yang nanti terbuka di hadapmu Itulah yang paling penting buat kamu saat ini, ingat apa yang penting buat kamu hari ini, belum tentu penting di masa akan datang, apa yang penting buat kamu belum tentu penting buat orang lain,ingatlah juga bahwa menuntut ilmu itu masih ada nafsu di dalamnya sehingga kadang kita masih mudah terjebak oleh hal hal yang tidak sepatutnya."
" Kalau keraguan sudah datang padamu itu berarti kamu harus sesegera mungkin untuk mencari jawaban dari semua tanyamu,dan jangan terlalu takut akan keraguanmu itu, karena keyakinan sejati selalu diawali dengan keraguan, sebenarnya pada awal semua orang orang yang terkemuka keilmuannya selalu menghadapi rasa ragu itu, tapi kemudian mereka berjuang dengan sangat tekun untuk menjawab keraguan itu, bukan untuk siapa siapa bukan untuk di unjukkan kepada orang lain tapi untuk dirinya sendiri " .
Sudah lima atau mungkin enam tahun berlalu peristiwa pertemuanku dengan tuan Mansyur tapi kalimat kalimat yang dia ungkapkan sangat sulit untuk kulupakan. Kadang kadang aku berfikir Koq bisa yach manusia seperti dia masih tersisa di abad digital ini.


Selengkapnya...

Senin, 16 Februari 2009

SAHABATKU

Namanya Aldi (bukan nama sebenarnya), penampilannya sangat sederhana (itu kalau kita mau menhindari untuk memakai kata " dekil ") namun saya masih terbiasa memanggilnya dengan nama pemberian orang tuanya, dia berganti nama seiring dengan kepindahannya pada keyakinannya yang baru.
Dulu saya selalu berandai andai kalau orang ini sekeyakinan dengan saya tentulah persahabatan kami akan semakin tanpa sekat, rupanya sekarang keinginan saya dikabulkan oleh tuhan. Malam itu seperti biasanya kami saling berbagi cerita dan pemahaman. Rasa kaget langsung menyergapku ketika kami mulai saling membuka diri, aku tidak menyangka dalam waktu yang begitu singkatnya sahabat saya ini sudah melewati perjalanan spritual yang sebegitu tingginya jauh sudah dia menembus batas batas langit dalam usia yang masih relatif muda.
Malam itu kami betul betul mereguk nikmatnya waktu, berdua kami berada dalam kendaraaan yang melaju melebihi kecepatan cahaya, menembus segala batas dan sunnah, kami mencoba memasuki sebuah ruang yang tiada memiliki tepi dan kami asyik di dalamnya. tak terasa waktu berjalan sedemikian singkatnya dan azan subuh mulai terdengar. Aku masih ingat salah satu masalah yang kami perbincangkan malam itu, ketika dia mengatakan pada dasarnya manusia itu adalah bodoh karena itulah dia harus belajar, tentu saja saya membantahnya saya mengatakan manusia itu pada dasarnya pintar karena dia baru bisa disebut manusia kalau berilmu.




Selengkapnya...

Sabtu, 14 Februari 2009

Bungaku

Bunga-Mu

Kau...
Ku mencoba memetik
Ih.. dirimu menusuk
Luka kecil tak masalah
Kucium wangimu
Oh.. harum
Dan kau pun tersenyum

Aku yakin kau sama
Suka bila ku memetik mu
Tapi lama-lama bunga itu
Wanginya hilang..


Ku cium
Ku genggam
Bunga itu masih ada

Mana wangimu?
Mana senyummu?

Aku bak tidak sedang memetik bunga
Bunga digenggamku
Tapi kosong..
song - song - song
Kau tersenyum bohong
Hong - hong - hong

Kecewa ... pasti
Karena kukira hanya kepadaku
Kau menawar keharuman
Aku salah...

Kau belum
Belum mau
ada dalam genggamanku

Haruskah bunga ini ku pegang
hingga ia harum kembali

Akankah ku sirami kau
dengan kesejukan percikan cinta

Kalau memang layu
Aku akan ikut mati
Bersamamu
Seperti Simbiosis Mutualisme


Selengkapnya...

Jumat, 13 Februari 2009

DUKAMU……..PEDIHKU

Kalau aku menyakitimu, itu bukan inginku. begitupun ketika kau melukaiku bukan maumu. kita berdua tak memiliki pilihan selain menggenggam bara api itu sampai semua harapan kita hangus. dan akhirnya para malaikat itu bertepuk tangan mengagumi peran yang kita mainkan di atas panggung sandiwara dunia ini. sebuah cerita yang begitu menyentuh sehingga seluruh alam di buat terharu oleh lakon kita.
Ratapmu, nestapaku adalah karena kita mampu memerankan tugas yang di embankan pada kita dengan sungguh sungguh, dan airmatamu itu bukanlah kepedihan yang abadi. kita telah dipilih untuk memerankan peran yang sulit ini, peran yang mampu merenggut jiwa dan raga kita. dan andai engkau tau, seperti aku, maka tentu kau juga akan merasa menjadi pemenang. lihatlah ke bawah para malaikat dan seluruh alam sedang menangis , larut kedalam tragis kisah yang kita mainkan…………………..



Selengkapnya...

Kamis, 12 Februari 2009

Song for Gaza

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
michealheart. com

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze


We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight



Selengkapnya...

Senin, 09 Februari 2009

BAHAGIA

Bahagia itu sudah lama bersemayam dalam jiwaku, baharu pada tubuh yang aku diami, andaikan aku air maka bahagia itu adalah kebeningannya, Bahagia itu bukan sekedar membungkus hidupku tapi telah meliputiku, kekal dalam terang juga dalam tanyaku, maka meski pada awamnya bajuku adalah api, jiwaku takkan pernah tersentuh oleh panasnya.
Sedemikian mudahnya bahagia menyapaku, hingga hanya dengan secangkir kopi dan sebuah novel frankstein aku seperti telah berada di beranda surgawi.
Tapi kemarin ……… telah terjadi sesuatu yang aneh ….. yang sedemikian dahsyatnya. Rasa bahagia ini demikian hebatnya , ini terjadi sesaat setelah aku mendengar santunnya tawa dan candanya. kusadari memang sudah lama aku terhanyut untuk sibuk mengurusi diri sendiri. dan tak pernah kuluangkan waktu memperhatikan keinginan orang yang sangat kucintai. Dan mungkin kini tlah datang saatnya kutempuh jalan ini, meski kusadari sebelah kakiku berpijak pada air sebelahnya diatas bara api, demi sejatinya cinta Pilihan ini Pasti kujalani………………

Selengkapnya...

DALAM PERJALANAN PULANG


Lampu jalan di malam itu tak mampu mengalahkan pekatnya malam yang sedang kau telusuri, Namun gelapnya hati dan pemikiranmu jauh lebih suram lagi, kau paksa juga kakimu melangkah meski tak jelas lagi arah mana yang kau tuju. Jas merah yang kau kenakan dengan rapi sedikitpun tak mampu menyamarkan kusutnya hatimu, sesal yang kau pendam sedemikian dalamnya .
Rumah bukan lagi menjadi tempat yang nyaman, kantor tak lagi menyenangkan, orang tua tak lagi jadi panutan dan kekasih tak lagi jadi penuntun…. semua semu semu….semu…..dan semu .lalu adakah arah yang jelas di dunia nyata ini untukmu?, akan kemana lagi kakimu itu kau langkahkan ?. Beberapa bulan yang lalu saat dirimu masih berada didalam dunia Cinta, semua berjalan begitu indah hingga hati dan lahirmu bergelimang nikmatnya. Namun semua kau dapatkan dengan terlalu mudah hingga kau tak mampu menangkap pesan pesan yang tersirat di dalamnya.
Lalu kau coba meninggalkan dunia itu dan masuk ke dalam dunia nyata ini, kau menyangka semua dunia sama dengan dunia cinta dimana ketulusan menjadi tanahnya dan ilmu menjadi langitnya. Kamu tertipu karena di dunia nyata ini mewahnya kasih sayang yang pernah kau miliki tak mungkin lagi kau temui. Sejuta sesal seperti memanggilmu untuk kembali tapi jalan pulang tak lagi kau temui. Kau Cuma bisa menjerit dalam hati,….. kecewa ……., di dalam kelammu sebaris doa lirih terucap, " Tuhan tunjukkan jalan untuk PULANG "….. " Tuhan kembalikan aku pada diriNya ".



Selengkapnya...

Rabu, 04 Februari 2009

Maqam terakhir

Jalan panjang ini tak henti kutelusuri
detik ke detik …… Zaman ke zaman
Dari adam, Almasih , sampai Muhammad……..
Di laut kudatangi ombak karang pantai dan semilir angin
kutembusi tanah sampai keperut bumi
di angkasa kusinggahi bintang bulan dan matahari
Di surga kuberdiam di taman Firdaus
di neraka kuhanguskan diriku dalam jahannam
tak juga kutemui seberkas cahaya itu
langkahku yang lunglai kuseret paksa
meski Putus asa menahanku dari segala arah
lalu dayaku tiba tiba me"maha"
saat waktu mengantarku ke hadapmu
Renyahnya suaramu……….
lembut tatapmu…….
Tulusnya senyummu……….
agungnya titahmu……….
Hancurkan segala tanyaku
hentikan Jalan pencarianku
di matamu kutemukan semua pintu pintu cinta itu
dan aku akan menunggu sampai kapanpun
hingga tiba giliranku agar dirimu
mengajakku masuk………………….



Selengkapnya...

Sabtu, 31 Januari 2009

Senyum Itu ……………..



Senyum itu terlepas, tanpa ada beban yang sanggup menahannya
Tiada pamrih, tak tersirat setitikpun kegalauan
Saat malam dia bagai purnama
Siangnya bagai mentari, kutub segala cahaya
Senyum itu ada padamu
Saat Pertama kali kau tinggalkan
Taman Bunga di masa remaja
Saat Tiada sedikitpun rasa curigamu
Pada dunia nyata yang legam menghitam
Karena kepalsuan
Saat iri dengki dan penghianatan belum
Menamparmu………
Saat kemunafikan belum membangunkanmu
dari mimpi indah tentang taman taman surgawi
Dan suatu saat nanti senyum itu akan mulai kecut
Saat kau sadari dirimu tengah berada di jalan
Di mana sombongnya dunia menyeruduk kendaraan "Tawadhumu"
Dari arah belakang sisi kiri maupun kanan
Sejenakpun tiada waktu untuk berhenti, sekedar menepi……..
Apalagi untuk mundur kebelakang .
Namun yakinku kan datang saatnya
Senyum itu manis me"madu" kembali
Saat kau temukan sebuah kendaraan Sejenis cahaya
yang menuntunmu kedalam Cintaku



Selengkapnya...

Keajaiban Negeri Para Nabi (Jalur Gaza)


Saat Israel memulai kembali pembantaian di jalur Gaza sebulan yang silam, perasaan sedih dan tidak berdaya langsung meneror batinku. Akh… inikah negeri para nabi di mana hampir semua Pesuruh2 Tuhan terlahir di negeri ini. tapi….. sebegitu tidak berdayanyakah penduduknya menghadapi Keangkuhan Israel ?, Apa Negeri ini sudah kehilangan keajaibannya?. Keraguanku makin menjadi ketika liga Arab juga tak mampu mengambil langkah-langkah tegas sebagaimana halnya dengan PBB yang hanya menjadi Kendaraan Israel.
Tapi kemudian …..prasangkaku tentang Gaza Strip sedikit terbantahkan ketika melihat kemajuan kota gaza di layar TV, Melihat bangunan bangunanya yang megah ada perasaan takjub, negeri yang katanya adalah sebuah penjara besar ternyata mampu melakukan pembangunan yang sedemikian pesatnya. Maksud Israel untuk membunuh rakyat dan ekonomi Gaza secara perlahan dengan memblokir semua akses masuk dan keluar dari kota ini ternyata sama sekali gagal, pantas saja kalau Israel kemudian menjadi gelap mata.

Lalu Kekagumanku pada kota ini berlanjut ketika TV One mewawacarai salah seorang juru bicara Hamas.Menurutnya banyak fenomena Aneh di kota Gaza yang tidak di miliki oleh kota lain di negeri negeri Arab . Diantaranya adalah para ibu di gaza yang Subur subur, sehingga seorang ibu biasanya memiliki 10 sampai 15 orang anak. Dalam sebulan ini misalnya Zionis memang berhasil membantai sekitar 1300 jiwa di Gaza, Tapi ternyata bayi yang lahir di bulan itu juga sekitar tiga ribuan lebih. dengan demikian rasanya mustahil bagi israel untuk memusnahkan militan Palestina, mati satu tumbuh seribu.
Hal aneh lainnya adalah adanya Terowongan2 bawah tanah yang jumlahnya sangat banyak, Terowongan inipun kabarnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu, sehingga kalaupun di hancurkan, sangat mudah bagi orang palestina untuk menggali kembali dan membelokkkan ke arah lain. keajaiban tidak cukup sampai di situ tanah gaza yang kelihatannya tandus,ternyata sangat subur sehingga Rakyatnya tidak pernah kekurangan bahan pangan dan buah buahan.
Keajaiban kota Gaza sebenarnya tidak pernah berkurang sedikitpun, dari zaman ke zaman, Tuhan memelihara kota ini dengan cara caranya sendiri, dan rasanya kita tidak perlu sanksi untuk mendukung Rakyat Palestina untuk mencapai kedaulatannnya.
Beberapa hari lalu Hamas yang selama ini di "Takuti" oleh liga Arab sendiri, ternyata melakukan satu langkah besar , yaitu memberikan sumbangan sebesar 40 juta kepada setiap orang yang terkena serangan Israel. Ajaib memang, selagi seluruh dunia dan liga Arab masih sibuk sendiri memperdebatkan kepada siapa bantuan mereka akan di serahkan, kepada Fatah yang korup, atau kepada Hamas yang bergaris keras, Hamas justru membuktikan dirinya sebagai sebuah partai yang mandiri yang mampu melakukan langkah langkah konkret demi kemajuan rakyatnya.


Selengkapnya...