Seharusnya ku dengarkan rindu yang tak lelah bersenandung
Seharusnya ketepiskan sombong yang menyelimuti seluruh hati
Semestinya kutinggalkan kesumat yang setia membakar
Semestinya kubiarkan gita menyembuhkan luka
Semua tak kulakukan
Padahal cinta telah memilihku
………… aku memilih………
berdusta
Agar kau tau sbuah hati telah terkoyak
Selengkapnya...
album fotoku
Jumat, 2009 Juni 12
Terlambat
Senin, 2009 April 20
DONGENG TENTANG KISRUH PEMILU

Cahaya lampu menerobos masuk dari sela sela gordenku, memburu setiap rasa kantuk yang coba menyentuh kelopak mataku, bagai tiang beton yang kokoh rasa penasaran menyanggah setiap kelopak mataku ingin terkatup , desir angin dari jendelaku bertiup sesekali namun sama sekali tak membawa kesegaran. Kota Makassarku ini telah menjadi kota yang sangat panas bahkan pada saat dinihari sekalipun.
Seperti ada Perekat yang sangat kuat membuatku tak bisa beranjak dari tempat dudukku, pandanganku melekat pada dekstopku menunggu hasil perolehan suara sementara dari pusat tabulasi KPU pusat, sesekali aku menatap kakekku yang duduk tidak jauh dariku dia juga asyik mengikuti perkembangan informasi dari KPU melalui Blackberrynya.
Tiba tiba kulihat kakekku menggerutu " Dasar hacker sialan " umpatnya. Aku terkejut kulihat muncul peringatan di monitor kalau layanan data dari KPU bermasalah dan dalam beberapa menit akan mengalami perbaikan. " Apa Komputermu gangguan juga " , kakek bertanya sambil berjalan kearahku. "Iya kek" jawabku singkat, "oh kukira hpku yang terinfeksi viruz ".
Kulihat waktu di monitorku menunjukkan tgl 11 april 2109 , berarti sudah 2 hari pemilu di negeri ini berlangsung, dan KPU baru kebobolan sekali ini Hebatlah….
Pemilu kali ini memang belum terlalu familiar karena untuk pertama kalinya diselenggarakan Full digital . Para DPT tidak perlu lagi mendatangi TPS mereka cukup mengakses situs KPU kemudian memasukkan Kode DPT yang dikirimkan ke laptop atau Hp masing masing lalu sekanjutnya kita melakukan vote. Meski begitu KPU bekerja sangat profesional, semua kecurangan bisa di eliminir dengan baik.
" Saya masih mengingat jelas cerita kakekku dulu, Konon seratus tahun yang lalu di negeri ini pernah diadakan pemilu, dan sepanjang sejarah orde Reformasi Pemilu inilah yang patut di catat di museum Muri sebagai Pemilu yang terburuk, terbobrok. Pada waktu itu KPU sangat PD menyelenggarakan pemilu, meski data dari Depdagri banyak menuai protes tapi KPU berusaha memaksimalkannya " , Kakek mulai mendongeng , dan saya mendengarkannya dengan serius.
Kakek melanjutkan lagi, " Masa kampanye di warnai dengan kecurangan terutama money politik , Para caleg yang kaya raya menhambur hamburkan uang agar bisa duduk di dewan, meski sebagiannnya bisa di tindaki oleh Panwaslu, tapi ada ada saja mereka yang tidak bisa terjamah oleh hukum, terutama mereka yang dekat dengan penguasa ,Bahkan caleg yang pas pasan pun terpaksa menggadai asset mereka demi mensosialisasikan dirinya.
Proses perekrutan KPPS oleh KPU tidak transfaran mereka yang berpengalaman berbuat curang dan memihak pada partai tertentu justru itulah yang terpilih, mereka hanya di bekali dengan Buku pintar tanpa melalui pelatihan yang intensif, Sehingga anggota anggota mereka menjadi sok pintar dan terkesan lucu heheheheheh.
Aturan antara satu TPS dengan TPS lain beragam , Tidak jelas yang mana aturan sebenarnya, mereka berlaku seolah merekalah yang berkuasa sehingga kadang terjadi kesalah pahaman antara mereka dan para saksi saksi partai, Sebagian Partai juga berlaku sama begonya, Saksi saksi mereka hanya di bekali dengan "Amplop" yang cukup dan pemahaman yang minim tentang tugas saksi , sehingga di dalam TPS mereka hanya bisa bengong atau ikut berkicau tapi tak jelas Runtungannya.
Saat Pemilu selesai dan penghitungan suara berlangsung satu persatu Korban berjatuhan dimulai dari para caleg gagal, ada yang masuk Rumah Sakit Jiwa, ada yang gantung diri sebagiannya lagi bersiap siap masuk ke Buih karena kelebihan utang. Partai yang menang pada saat itu cepat menepuk dada, mereka sama sekali tak mau tau dengan cara apa kemenangan itu di raih.
Lain lagi dengan partai yang perolehannya suaranya sedikit mereka sibuk memprotes DPT yang memang sangat amburadul. Mereka sibuk mengumpulkan bukti agar bisa mencari cari kesalahan para Partai lain, Pemerintah (Depdagri), juga KPU sebagai penanggung jawab Pemilu.Pada saat itu Elit elit politik betul betul mendidik para kontituennnya agar bertambah goblok ………………….,
Tiba-tiba Blackberry kakek berbunyi……….., "wah server KPU sudah bagus " Ucap kakeku. mataku beralih ke dekstopku sebuah pesan singkat terpajang " Anda bisa kembali mengakses ke Pusat Tabulasi KPU, segera masukkan Pasword anda ".
dengan cepat aku memasukkan 12 karakter Paswordku , sesaat kemudian saya telah bisa menganalisa kembali setiap perkembangan suara partai dari KPU. Tapi fikiranku belum bisa lepas dari dongeng kakek tadi, Untungya hanya sebuah dongeng, ya untung saja ini tidak pernah betul betul terjadi……………………………….
Selengkapnya...
Kamis, 2009 April 16
SAAT RINDU DATANG BERKUNJUNG

Rasa rindu itu menghampiriku kemudian perlahan berbisik lembut di telingaku, lalu seperti orang yang kehilangan kesadaran aku tersentak kaget , aku segera turun dari tempat tidurku lalu berlari kearah beranda, kulihat dia sedang duduk aku cepat berlari memeluknya Sebaris kata yang tidak asing di telingakupun kembali dia ucapkan" Seperti biasa kalau kakakmu memelukku dia pasti nangis", ucapnya sambil melirik adikku yang lewat di sampingnya.
" Kamu kenapa nak, ceritalah pada ibu " , ucapmu sembari mengelus ubun ubun hingga rambutku . Aku tidak menjawab aku hanya menatap wajahnya dalam dalam , kulihat empat butir embun cinta terjatuh dari sudut sudut matanya, Aku ingin berkata Ibu aku rindu …… sangat rindu….., tapi getaran bibirku tak mampu mengeluarkan suara apapun. Setiap aku memeluk tubuh bunda tiba tiba memoriku berputar kembali ke sebuah peristiwa di masa aku masih bayi dulu, saat indah itu adalah ketika sehabis memandikan aku dia membalut tubuhku dengan handuk kemudian memelukku lalu kehangatan tubuhnya kurasakan menembus handuk itu dan menghangatkan tubuhku dari rasa dingin yang menusuk kulit, setiap aku memeluk ibu seolah aku ingin menjadi bayi saja seumur hidupku agar hangat peluknya itu aku rasakan sesering mungkin. Rasanya aku tidak mau melepaskan pelukan bunda kali ini tapi ….
tiba tiba Azan subuh membuyarkan semua…… mengusir semua mimpiku.
Dua belas tahun sudah Bunda mendapat kehormatan itu. Di panggil Tuhan untuk menghadapkan jasad dan segenap jiwanya. Dia berlindung dalam sebuah alam sehingga tidak mungkin lagi kujumpai dengan kasat mataku. Orang orang bilang kalau bunda sudah wafat, meskipun menurutku mereka keliru. Setiap aku mendengar kata mati hatiku berontak , " Tidak, dia tidak mati, dia hanya terlindung dari indramu aku tetap bisa melihatnya dengan jelas, dan setiap kerinduanku tak tertahankan dia selalu datang mengunjungiku ".
Selengkapnya...
AKU DAN NYANYIAN DZIKIRMU
Aku……..
Mungkin Cuma seonggok daging
tergeletak di emper jalan
maka ketika beringas waktu menggigitku
aku Cuma bisa mengerang
Aku …….
Mungkin Cuma sesosok bangkai
yang terbujur kaku di lorong lorong zaman
maka cacing cacing rakus penghianatanmu
tak akan membiarkanku membusuk
tanpa sempat tercicipi
Aku ……
Mungkin bagimu hanya sebuah boneka
yang tiada ber"hati"
maka begitu mudah tingkah kelammu
menggiringku ketempat sampah
Atau….
Mungkinkah aku hanya sebuah bayang
yang bagimu telah ditanggalkan dari jazadnya ?
hingga begitu mudahnya…
kau enyahkan aku
dari nyanyian dzikir dzikirmu
Selengkapnya...
Sabtu, 2009 Maret 28
PERJALANAN MENUJU LANGIT Part II
.jpg)
Aku tidak mengarahkan kendaraanku langsung keistana, rasa lapar yang menyengat memaksaku untuk singgah sejenak di sebuah warung. Aku memesan makanan yang tidak biasanya aku makan. Semenjak berpisah dengan kekasih hatiku aku jarang makan di warung dengan menu kesukaanku. Itu karena setiap aku menatap makanan kesukaanku aku langsung teringat pada kekasih yang menghianatiku, dan itu membuat perutku mual dan serasa ingin muntah. Entah perasaan cinta macam apa yang kumiliki sehingga bisa sedahsyat ini, aku pernah menanyakannya pada Sang Raja yang kuanggap sebagai guruku, tapi dia hanya bilang kalau kejadian itu adalah ujian dan itu belum seberapa, akan datang ujian yang jauh lebih hebat lagi, karenanya masalah itu jangan di sesalkan siapkan saja amunisi yang lebih banyak untuk masuk ke dalam perang yang sesungguhnya, Beliau juga selalu bilang jika suatu saat ada angin taufan yang bertiup sangat kencang , maka sebagian besar pohon akan tumbang, tapi ada satu dua pohon yang tetap bertahan dengan kokohnya dan salah satunya adalah kamu.Tak berapa lama setelah aku duduk sepiring nasi campurpun siap tersaji, Rasa lapar tak lagi bisa di ajak berdamai dan aku segera melahap makanan di depanku…….
namun ada sesuatu yang menahanku untuk mempercepat laju makanan masuk ke dalam lambungku ……….. harmonika….
Yach suara harmonika itu bagai sembilu tajam mengiris iris batinku, suara itu berasal seorang pengamen yang jaraknya kira kira tiga meter dariku……
. ……………………………………………………
Pernah kita sama sama susah…..
Terperangkap di dingin malam…..
Terjerumus dalam lubang jalanan…..
Di gilas kaki sang waktu yang sombong……
Terjerat mimpi yang indah lelah…………..
Suara lantang pengamen itu menyatu dengan petikan klasik gitarnya, rupanya dia tidak tahu kalau dia sedang mengacak acak perasaan seorang pendengarnya. Selera makanku tiba tiba raib entah kemana, Lagu Iwan fals yang di lantungkan oleh pengamen itu mengingatkanku pada seseorang dan………….akh… dadaku sesak…………
Aku memang sangat suka dengan Iwan fals, tapi lagu ini ….. mungkin baru kali ini terdengar istimewah di telingaku. Di satu sisi hatiku seperti di hujani ribuan belati, di sisi lain aku berusaha menikmati live show ini. Pengamen itu bernyanyi dan bermusik dengan sepenuh hati sehingga terdengar sangat asyik,mungkin inilah yang dimaksud Cobain (Alm. Vokalis Nirvana) bernyanyi bukan dengan kerongkongan tapi dengan hati. Akh…., aku segera berdiri meski makananku belum habis, duduk lebih lama di sini bisa berbahaya karena mataku mulai berkaca kaca.
Aku membayar makananku, kemudian kembaliaanya kuberikan pada pengamen itu, seperti di kejar sesuatu aku dengan cepat naik kemesin waktuku. Entahlah kenapa aku jadi seperti sangat ketakutan mendengar lanjutan lagu dari pengamen itu…………..
……………………………..
Sementara hari terus berganti…….
Engkau pergi………
Dengan dendam membara …….
Di hati……….
……………….
Namun akhir lagu itu terdengar juga meski sudah sayup sayup tapi masih sangat jelas, Dan Suara harmonika pada akhir lagu itu betul betul hanya mengejekku, ………..AKH……………..aku kembali memegangi dadaku.
Selengkapnya...
Selasa, 2009 Maret 24
ANIS MATTA DAN PKS GILANYA



Ada rasa senang dan bahagia menyelinap diam diam kedalam dadaku, saat berjabatan langsung dengan anis matta sekjend PKS itu, Akhirnya tanganku ini bisa juga bersentuhan dengan tokoh muda Nasional indonesia ini, Penampilan Anis matta yang terkesan gaul sungguh jauh dari gelar panggilannya sehari- hari, sebagaimana kita ketahui orang orang PKS memanggil seniornya dengan kalimat yang bagi saya sangat Aneh "Uztads".
Uzdads Anis, Uztads Jafar, atau Ustadz Naja, begitulah biasanya orang orang PKS memanggil mereka. Ini memang adalah salah satu "Keanehan" kader PKS meski mereka telah menjadi anggota dewan legislatif mereka tetap menjalankan Misi utama mereka sebagai seorang pengajar, pendakwah, atau bahkan guru mengaji sekalipun. Tak heran kalau mereka sudah berhasil biasanya memilih menjalankan bisnis di bidang pendidikan , seperti mendirikan pesantren, kampus kampus atau sekolah islami juga ada yang menjadi penulis, atau motivator seperti Anis matta.
Anis matta dan Partainya ini memang lain daripada yang lain, Kegiatan mereka tidak pernah berhenti, mulai dari acara acara bakti sosial, pemberian beasiswa, pelatihan keterampilan, sampai penanganan bencana alam, tidak ada yang bisa menyangkal kalau Kader kader mereka selalu yang paling cepat hadir di daerah daerah yang terkena bencana alam. Anehnya kader mereka bersedia bekerja mati matian tanpa bayaran sepeserpun. Baru baru ini saat terjadinya krisis Gaza, merekapun paling depan menggalang dana untuk korban palestina . bukannya di bayar malah mereka yang nyumbang ….Aneh………….
Kegilaan lain partai PKS adalah kader kadernya yang sangat tergila gila pada partainya sendiri, Saya kadang jadi berfikir Anak anak PKS ini apa otaknya sudah di cuci yach. Bayangkan saja saat saya mendengarkan musik dari MP3nya, lagu yang ada lagu lagu PKS melulu. Saat mereka berpakaian, pakaian yang di kenakannya selalu saja ada logo PKS. Saat membuka galeri di hpnya yang ada adalah pernik2 tentang PKS. Saat membuka Blognya lagu yang di suguhkan juga lagu PKS. Bahkan ketika mereka sedang Senam, Senamnya juga pake Senam PKS.
Kader kader PKS ini memang gila semua, sungguh sangat jauh berbeda dengan yang ada di partai lain. Oh ya ada satu contoh kasus nih, salah seorang teman yang adalah tim sukses dari sebuah partai ( bukan PKS ) mau mencetak baju, dia bilang gini nih sama saya," cetaknya yang biasa saja bang, kan sekali pake saja, nanti habis pilkada kan nggak terpakai lagi ". saya kemudian berfikir sebenarnya mereka nggak bangga bangga banget dengan partainya buktinya kalau habis pilkada, biasanya mereka malu memakai baju partainya, sungguh sangat berbeda dengan Orang Orang PKS.
Sebagai seorang yang hidup di sebuah negeri yang dunia politiknya dipenuhi perampok, maling, garong, koruptor, dan makhluk makhluk buas lainnya, saya sangat bangga dengan kehadiran PKS ini, sebuah partai yang menempatkan ratusan kader2nya di kursi legislatif selama sepuluh tahun tapi tak pernah sekalipun terlibat korupsi dan kasus kasus lainnya. Sebagai calon pemilih yang dulunya Golput, sekarang saya malah jadi bingung soalnya kalo ada sepuluh caleg PKS semua baik baik jadi sulit memilihnya.
Dengan adanya PKS rasanya saya bisa meneruskan mimpi dan harapan saya tentang negeri ini kedepan, Negeri yang akan melahirkan banyak Anis matta Anis matta baru sehingga terbentuklah empat puluh delapan PKS PKS baru yang akan membuat bingung rakyat indonesia untuk memilih karena tidak ada satupun partai pembual yang tertera di kertas suara. Bukannya seperti sekarang kita bingung memilih karena pilihan yang benar hampir saja tidak ada. Semoga… Amin……Amin
Maju terus Pak Anis……. Maju terus PKS……………
Selengkapnya...
PERJALANAN MENUJU LANGIT Part I

Tiga hari rencanaku tertunda, dua hari karena cuaca yang sangat tidak bersahabat, hari ketiganya karena kendaraan mesin waktu yang akan kutumpangi mengalami kelainan.hari keempatnya keberangkatanku tak tertahankan lagi, bahkan iblis yang sejak tadi menggerutu juga ikut bersorak menyemangati. Akupun membersihkan diri, hati, juga jiwaku. tak lupa aku membawa dua buah wadah yang sangat besar, yang kapasitasnya melebihi luas langit dan bumi. wadah itu adalah secarik kertas dan sebuah pena.Laju mesin waktuku mulai kupacu, meski perlahan tapi semakin lama mesin waktu itu semakin cepat berputar. Sebagai seorang yang berjiwa liat bagai petualang, aku selalu berprinsip perjalanan selalu lebih indah dari tujuan sesungguhnya, Tapi bagi negeri seindah negeri langit prinsipku ini tidak akan berlaku, negeri langit adalah sebuah pengecualian.
Semakin lama aku semakin tidak sabar untuk menapakkan kaki di negeri langit, hingga indahnya bintang gemintang di sepanjang perjalanan tak lagi begitu menarik perhatianku. Awan yang mulai cemberut menatapku, bersiap menurunkan air hujannya, tapi aku tidak perduli lagi. Meski jazadku masih dalam rengkuhan gravitasi sesungguhnya jiwaku telah sampai ke ujung langit.
Sejam kemudian akupun sampai ke Gerbang langit, Berjuta rasa bahagia langsung menyambutku. Aku sangat bersyukur akhirnya tuhan masih memberi aku kesempatan untuk menginjakkan kaki di negeri ini ,negeri di mana terdapat sebuah istana yang di huni oleh seorang Raja. Raja yang tidak pernah di kenali oleh rakyatnya, Raja yang selalu memberi, mengayomi, mencintai ,tanpa pernah mengharap balasan, Raja yang sangat kaya sehingga dia tidak pernah berharap untuk di beri apapun dari rakyatnya. Raja yang Istananya adalah rumah kayu yang sempit, tapi bisa melapangkan hati siapapun yang memasukinya.
Tubuhku bolehlah di lahirkan oleh Bunda tersayang di bumi , tapi jiwaku …… Sang raja inilah yang menghidupkannya.Dialah yang begitu berjasa memberi makan kepada jiwaku yang kala itu, hanya seonggok bayi yang terkena busung lapar, kurang gizi, dan nyaris Mati. Beliau, mengobatiku, memberiku makan, dengan sejenis makanan herbal yang tidak akan kutemukan di bumi. Makanan yang lezat dan bergizi itu adalah ilmu. Terkadang ada perasaan sungkan mengendap di jiwaku, hatiku kadang berbisik pantaskah aku menerima ini semua, tapi beliau selalu membesarkan jiwaku………
Masih teramat banyak pintu pintu harta karun yang ditunjukkan sang raja yang belum kutemukan kuncinya, tapi bukan hal itu yang membuat aku selalu ingin terbang ke negeri ini. Kerinduan……. Kerinduanlah yang selalu memaksaku datang kesini rindu pada titah titahnya , rindu pada semua teladannya……..
Selengkapnya...
SAYANG.....IJINKAN AKU MEMBENCI SURGA (SEBUAH SURAT YANG TERBUANG)

Neraka, 30 November 2008
Kepada, ………… Yang Terkasih
Di
………………….
Sayangku…… Berjuta gemintang yang memilih hidup di dalam kedua bola matamu telah menjadi cahaya yang memberi petunjuk kepadaku dalam mengarungi luasnya cakrawala kehidupan yang tiada memiliki peta. Bias bias cahayanya menjadi penuntun, sehingga aku tidak perrnah merasa takut akan kehilangan arah dan tujuan . Malam maupun siang gemintang itu tiada pernah lelah berpijar untukku. Entah apa yang membuat kamu begitu betah bersamaku berbagi cahaya bergenggaman tangan terbang melewati segala batas ketak berdayaan.
Sayang….. Ingatkah kamu…., pada awalnya kita juga masih sering terjatuh tapi secara perlahan bulu kedua sayap kita tumbuh lebat, dan tak lama kemudian kita telah memiliki sayap yang kuat dan lebar yang mampu membawa kita terbang kemanapun kita mau. kini langit tak lagi mampu membatasi kita. dan hinggap di negeri surga bukan lagi sekedar impian.
Sayangku…. ingatkah kamu bahwa dulu kita pernah juga seperti layaknya manusia lainnya hidup di panasnya bara api jahannam, menjadi bahan cemoohan iblis dan para durjana lainnya, tapi kita tetap kuat genggaman tangan kita laksana satu, terekat kuat dalam satu itikad . Satu alasan cukuplah membuat kita mampu mengubah kerak kerak bara api menjadi embun yang sejuk , Alasan itu adalah Cinta………….
Lalu…….. kekuatan kita berhasil menguak pintu pintu langit, cahaya rahasiapun menerpa kita, nikmatnya sungguh tak terlukiskan,ketika itu air matapun mampu menebar wangi harum nan semerbak…………………
Sayangku …….., Neraka telah kita padamkan dengan air mata itu . Lalu tiba tiba kita menjadi sombong,
Ingatkah kamu sayangku ketika kita mencoba menantang takdir tuhan……..
Sayangku….. kita telah lalai, ternyata ujian sesungguhnya ada pada surga dan kita telah gagal melewatinya.
Sayangku…… Rindu aku pada berjuta gemintang yang abadi di matamu,
Tapi surga telah merampas semuanya………
Sayangku …… jangan salahkan kalau sekarang aku berdiam dalam Jahannam
Karena aku benci ………. sangat benci pada surga…. tempat terindah itu.
Salam rindu
Ahmad Takdir
Selengkapnya...
Sabtu, 2009 Maret 21
DUA LELAKI TUA DATANG BERTAMU
Dua orang lelaki mendatangiku, wajahnya sudah tua umurnya kutaksir sekitar tujuh pulu lima tahun. Kumis dan janggutnya sudah memutih sinar wajahnya sangat mirip dengan sinar bulan pada malam 12 rabiul awal kemarin. Sangat manis dan menyejukkan menatap matanya aku bagaikan berada di taman yang sangat rindang dengan semerbak wangi bunga di sekelilingku. "Akh aku lagi di kantor, bukan di sebuah Taman",aku mencoba membangunkan diriku sendiri yang seolah tersihir oleh kehadiran dua makhluk yang wangi tubuhnya sangat semerbak ini.
Salah satu diantara mereka memakai jubah putih yang satunya lagi mengenakan jubah hitam. Serempak mereka menyapaku dengan salam dan aku membalasnya dengan salam pula tak lupa kusertakan setangkai senyum. Tapi senyumku pasti kurang manis karena Hatiku sedang didera pertanyaan.
Siapa gerangan orang orang mulia ini dan apa maksudnya mengunjungiku," gumamku dalam Hati".
Tapi rupanya mereka mengerti akan tanyaku. Karena mereka mengangguk dan tersenyum dan entah mengapa beberapa baris kalimat yang mereka ucapkan bisa aku dengar padahal sedikitpun bibir mereka tidak bergetar.
Tiba tiba manusia di depanku ini mengecil sampai sebesar jari jari tanganku. kemudian mereka terbang kearahku , yang berbaju putih bergelantungan pada ibu jariku sementara yang berjubah hitam memeluk jari telunjukku.
" Hai manusia kami tidaklah mengecil, tapi kamu selalu lebih besar daripada yang kau inginkan apa kau mengerti itu?" Yang berbaju putih rupanya sedang bertanya padaku
"Aku tidak mengerti", jawabku kebingungan.
" Bersikaplah jujur dan terbuka , Tumpahkanlah Perasaanmu agar semua tau siapa dirimu, agar semua tau bahwa Khalifah itu adalah manusiamu ".
Aku hanya terdiam dan malah bertambah bingung.
" Jangan , … Jangan lakukan itu …Sembunyikanlah siapa dirimu, Karena mereka tidak akan sanggup mengenalimu sebagaimana kamu mengenali dirimu sendiri, Sungguh mereka akan tertipu pada hinanya tubuh yang kamu tumpangi, Berbohonglah saja …………" Rupanya yang berjubah hitam ikut bersuara.
Tapi aku malah semakin bingung…………………………
Selengkapnya...
Kamis, 2009 Maret 19
SEHELAI PUISI CINTA YANG NYARIS KOYAK

Aku Cuma bisa menatapi kertas lusuh yang nyaris koyak itu.Huruf demi huruf tulisan tanganku dan tulisan tanganmu ,Menyatu menjadi kata kemudian terjalin menjadi kalimat
lalu tercipta menjadi rangkaian puisi hidup yang teramat indah.
Banyak sudah kisah tentang tawa kita lewati, pun perihnya duka yang menghadang terlampaui, membuat kita sangat bangga pada buah karya itu dan memastikan semua hati pasti akan iri saat membaca jalinan kisah kita yang di penuhi wangi semerbak.
meski kita menyadari tinta yang kita gunakan adalah tinta hitam kertasnya tetaplah kertas putih perlambang cinta nan suci, buktinya adalah begitu perkasanya ruang dan waktu melindungi kita dari fitnah yang setiap saat ingin ikut membubuhkan tinta tinta merahnya yang berintikan bara api…………..
Mungkin …. baru separuh perjalanan kita lalui tapi teramat banyak angkuh
yang telah kita tundukkan, kitapun segera mengawinkan asa , agar terlahir karya sempurna.
Namun puisi hidup tak bisa terduga kemana ujungnya.Tak kusangka dengan hanya setitik dusta yang kau tuliskan, mampu menutup semua pintu kejujuran.
dan imaji kita terhenti………Tinta hitam kini menjadi bening. Sebening air mata kita yang membanjir. Kini … Tak ada jejak hitam yang bisa terbaca lagi, Kecuali Kebeningan yang pernah kau puja itu. Melumuri Putihnya segala itikad kita.
Kertas putih …..berisi wangi puisi itu….. kini lusuh….Basah…………
dan kita Cuma bisa …mengerang ketakutan……..
karena sungguh…… tiupan angin sepoi sepoipun
kan mampu mencabik cabiknya…….
Selengkapnya...
Senin, 2009 Maret 16
Selamat Malam Bulanku Part II ( Tarian Terakhir )
Akhirnya Rembulanku datang dengan wajah yang sangat manis, dan janji itu tunailah sudah. Tiga belas hari dia menemaniku dengan setia melewati malam dengan penuh warna warni. Wajah yang teramat manis mungkin sengaja kau tunjukkan karena malam hari ini adalah malam empat belas rabiul awal dimana malam ini adalah malam terakhirmu Datang ke bumi hanya untukku.
Aku Cuma bisa tertawa renyah dianugerahi kesempatan untuk mengenalmu bukan hanya sekedar mengagumimu seperti pada masa masa lalu. Kita lalu bersama sama menghitung waktu detik demi detik. Dan meski malam belum sampai keujung perjalanannya, kita memilih untuk berpisah. Besok sudah pasti engkau akan datang lagi tapi aku tidak akan mengajakmu lagi menari bersama di atas telapak tangan kiriku. Aku pasti tau diri Bahwa besok dan seterusnya kamu bukan lagi datang untukku.
Meski begitu kehadiranmu selama empat belas malam tahun ini akan menjadi salah satu episode terindah dalam hidupku, pemahaman tentang indahnya langit di malam hari yang kamu tanamkan dalam jiwaku akan tetap abadi selamanya.
"Rembulanku ……. Tahun depan pada bulan Rabiul awal, aku tetap menunggumu……", Gumamku dalam hati .
Selengkapnya...
Sabtu, 2009 Maret 14
PERJAMUAN INDAH DI ISTANA LANGIT

Langit dengan riang membuka kedua tangannya, Bersiap menyambutku dengan penuh haru dan sukacita. Raut raut wajahnya sangat jelas betapa ia telah lama merindu akan hadirku. Meja meja perjamuanpun semua telah ia siapkan beserta para dayang dayang yang jelita, yang telanjang tanpa dusta dan kepura-puraan.
Akh.. Aku sangat tersanjung, saat semua tersenyum bahkan iblispun yang telah kupatahkan tanduknya turut tersenyum meski dengan sedikit malu. Langit cepat menyongsong dan memelukku,sejurus kemudian aku telah tenggelam kedalam segala kelapangan langit nan biru.
Pandanganku ku arahkan ke jejeran kursi yang sebenarnya lebih mirip singgasana yang bertatahkan emas dan permata. Akh semua kursi telah terisi kecuali dua buah yang letaknya agak di depan. Bintang, bulan, Matahari, dan seisi tata surya telah duduk menempati tempatnya masing. Mereka semua tersenyum menatapku.
Langit lalu menuntunku kekursi yang kedua dari depan. Aku menyapa semua yang hadir dengan bahasa diam, mataku yang berkaca kaca tentu telah mereka pahami betapa aku terlalu bahagia menerima penyambutan ini. Kemudian kepada langit aku berbisik, " Untuk siapa kursi yang paling depan itu ? ". Langit menjawab. " Untuk Ilmu………..
Sejenak aku tenggelam dalam nikmatnya bercengkrama dengan para penghuni langit. Tapi tiba tiba dua buah puisi mengalun lembut namun sangat sendu terdengar dari arah bumi. Puisi berjudul Rahasiaku ini begitu jelas terdengar memanggil manggil namaku.Tanpa berlama lama aku segera mohon diri. Dan kembali ke bumi. Berat rasanya meninggalkan Perjamuan ini Tapi suara itu begitu pilu dan aku tak tahan berlama lama mendengarnya…….
Selengkapnya...
Tragedi Cinta

Setiap kecemasan tentangmu datang mengancamku, aku tidak mau berdiam diri, tercekik dalam rasa takut yang mencekam. Aku memilih menggenggam senjata itu erat erat, lalu tanpa rasa ragu sedikitpun aku menarik pelatuknya maka peluru kerinduan itu berhamburan keluar dari moncong senjata itu, menghunjam, mengarah ke dadamu yang sebelah kiri tempat di mana segala rahasia hidup kau samarkan.
Akibatnya selalu bisa kuduga meski bukan itu yang kuinginkan, dengan tegar engkau tetap tegak berdiri tak tampak segores lukapun pada tubuhmu (pada pandangan mata awamku). Sejenak kau berbalik membelakangiku lalu menutup separuh wajahmu dengan kain, mungkin maksudmu agar aku tak mengenalimu atau mungkin kamu tidak ingin aku membaca ekspresi luka kerinduan yang tak henti terpancar dari wajahmu.
Lalu kau berbalik ,kemudian Perlahan berjalan kearahku, dengan sedikit ragu kau melepaskan belati itu dari sarungnya. Aku tidak memicingkan mataku sejenakpun, tapi aku tidak mau menatap ke dalam matamu, aku tidak ingin menggagalkan keinginanmu. aku lebih memilih menatap belati cinta yang siap kau hunjamkan kejantungku. Belati cinta yang selama ini selalu kuanggap remeh kini bersiap merenggut semua kesombonganku.
Blazz……. beberapa detik kemudian belati itu telah menancap di dadaku, aku tidak pernah menduga sebelumnya kalau rasa sakitnya seperti ini………..perihnya amat amat sangat. Tapi bukan …. bukan belati itu yang menyakitiku. yang menyakitiku adalah karena yang menancapkannya adalah kamu, Orang yang sangat kukasihi.
Aku menduga akan ada darah yang tetumpah dari tubuh kita sebagai ganti dari MADU yang beberapa tahun mengalir di hatiku dan di jantungmu. Ternyata tidak, yang deras menghambur adalah nanah yang membusuk dan entah mengapa kematian yang kita undang enggan datang berkunjung.
Selengkapnya...
Minggu, 2009 Maret 08
Untaian Mutiara ini Hanya Untukmu

Untaian mutiara telah kuletakkan di dalam tas yang sering kau bawa bawa itu, sebagian dengan sepengetahuanmu, sebagiannya lagi tanpa sepengetahuannmu, Bahkan saat kupastikan kau akan beranjak pergi meninggalkanku, jejak berupa mutiara tetap kutinggalkan. Mutiara itu sangat tersembunyi kuselipkan dengan sangat rapi diantara lembaran lembaran rasa ingin tahumu. Tidak hanya itu untaian mutiara itu kubungkus dengan kalimat hitam yang sangat pekat sehingga jika hanya menyimaknya sepintas, kamu akan sulit mengenalinya. Itu semua kulakukan karena Aku takut ada yang melihat dan menggunakannya selain kamu. Kadang ku fikir betapa beruntungnya kau mendapatkan semua itu, sepatutnyalah seluruh penghuni jagad ini cemburu dan iri melihat dirimu.
Harapku suatu saat nanti mutiara itu mampu mengobati sedikit dendam kesumatmu. Kusadari aku telah meninggalkan kenangan kenangan yang suram di benakmu. Tapi semua tak mungkin bisa kuhindari ,semua berjalan di luar kendaliku. Kadang ada rasa khawatir kalau kalau kamu sendiri tidak bisa mangunakan mutiara itu, atau bahkan membuangnya di sebabkan karena kamu tak mampu mengenalinya…………….
Meski demikian aku tidak akan pernah merasa rugi telah memberikan sesuatu yang sangat bernilai bagiku. Aku telah menemukan lautan dimana gudang mutiara itu tersimpan sehingga aku tidak akan pernah kekurangan, hanya saja di butuhkan banyak pengorbanan berupa hati dan perasaan untuk kemudian bisa melewati bibir pantai kemudian menyelam ke dalam lautan biru yang hampir mustahil untuk bisa di jangkau dasarnya……………
Selengkapnya...
Selasa, 2009 Maret 03
SELAMAT MALAM BULANKU SAYANG………….( 6 RABIUL AWAL )

Aku mendongakkan kepalaku ke langit, dan rupanya yang selama ini kutunggu datang juga, bulan telah nyata di atas langit sana, duduk dengan elok di singgasananya menatapku malu malu, sunggingan senyumnya seolah pertanda dia sangat ingin memelukku. " Tanggal enam rabiul awal ini, mungkin …. hanya sepertiga bagian dari diriku yang bisa kau pandangi ,tapi besok aku berjanji akan datang lagi mengunjungimu dengan wajah yang lebih penuh" . bisiknya pelan hampir tak terdengar.
Tiga bulan aku menanti kehadirannya, terkadang hanya di temani bintang, tapi jika bintang pun enggan biasanya hanya gelap dan pekat langit yang selalu setia. Aku juga tak penah lagi peduli kepada gejala alam yang sering menghalangiku . Mendung yang hampir tiap malam memagari langit, atau lolongan anjing yang lebih mirip serigala Tak pernah kupedulikan. Detik detik berjalan seperti sengaja melambat, membiarkanku menunggu kadang sampai pukul empat pagi, aku tak pernah berkecil hati. Maka ketika Tiba saatnya hadirmu bertamu, Tak perlu kutunggu lama lagi, segera kugelar telapak tanganku di hamparan tanah tak berumput itu untuk menyambutmu, tak perlu lagi kutunggu sepi tak perlu kuundang senyap dan rasa sunyi. Semua yang hadir sudah sempurna Nyanyian jengkrik, suara cecak dan dinginnya angin yang menusuk kulit, cukuplah menjadi saksi.
Tubuh ini rasanya masih belum pantas ikut dalam perjamuan ini tapi karena dia sangat mencintaiku kepersilahkan dia turut mengecap nikmatnya bercengkrama dengan bulan sang dewi langit, Lalu mulai kukuak isi kepalaku dan isi jantungku, kubiarkan mengalir ke telapak tangan yang tadi kuhamparkan, secepat kilat bulan meninggalkan singgasananya lalu turun ke ketelapak tanganku. Kami pun akhirnya asik, dan air mata yang menetes, berubah menjadi lautan hikmah yang tiada berbatas……………………………….
Dan…… kisah segera terhenti, waktu telah memanggil bulan untuk kembali masuk ke peraduannya . Setidaknya sebuah janji telah kugenggam ……" Esok malam aku kan kembali……………." begitu janjinya.
Selengkapnya...
Sabtu, 2009 Februari 28
NAGA BONAR MENDADAK CAPRES

Beberapa minggu yang lalu saya di suguhi sesuatu yang sangat menggelikan, salah seorang caleg yang berurut no 1 pada dapil di kecamatanku ditanya tentang visi dan misinya oleh seorang teman, Eh… bukannya menjawab dia malah balik bertanya visi dan misi itu apa ya ?????, lalu kemaren aku nonton acara ngobrol politik di sebuah TV swasta, salah seorang caleg yang juga no urut 1 berpesan supaya rakyat menjadi pemilih yang cerdas dan jangan memilih caleg yang suka bagi bagi duit dan sembako, padahal dia sendiri yang…………….
Huh…… sepertinya semakin mudah untuk mendapatkan obat awet muda dinegeri ini, nggak perlu nonton tukul,nggak perlu tunggu tawa sutra xl cukup ngobrol dengan caleg caleg itu, eh tunggu dulu caleg itu kependekan dari calon legislatif atau calon lenong rumpi ya ??? uuuuuuuuuh nggak lucu…………..
Tapi…. malam ini di TV ada berita yang lebih ngak lucu lagi neh, Itu Dedy miswar bin Naga bonar mendeklarasikan dirinya untuk ikut dalam perburuan Capres. Wuaaaoo ini betul betul kejutan, rupanya Bang Naga bonar nggak tahan ngeliat acara lenong rumpi politik indonesia yang nggak lucu lucu.
Sayangnya penampilan Bang Naga sebenarnya nggak lucu lucu amir …. soalnya waktu di tanya Kira kira apa yang dia tawarkan sehingga rakyat memilih dia bang Naga jawabnya hanya mutar mutar nggak jelas kemana arahnya.,
juga waktu Nita talisa ( presenternya Bang One ) nanya soal politik bang Naga malah menjawab kalau dia tabu soal politik, DUUHHHH………………………, mau jadi presiden tapi enggan berpolitik wah….. gimana….. Revolusi aja bang !!!!!!!, Yang paling ngawur adalah ketika dia ditanya tentang fulus yang akan di gunakan untuk kampanye, Bang naga jawab kalo rakyat indonesia ini kaya kaya dan mereka mau berkorban untuk sebuah perubahan. nggak realistis……. rakyat mana yang kaya bang ?. Niat baik, rasa percaya diri dan keberanian bang Naga memang perlu di apresiasi, Sayangnya untuk membangun negara sebobrok ini rasanya modal itu belumlah cukup. Apa bang Naga bisa membangun negara ini hanya berdua dengan Wapresnya, tanpa Partai, tanpa DPR waaaaaah……. Partai yang besar saja yang sudah sedemikian solidnya masih perlu berkoalisi dengan partai besar lainnya, itupun sejauh mana keberhasilannya nanti kita belum tau. kita memang pantas terkejut ama ulah bang Naga tapi kayaknya Ngga lucu ya……
Terlepas dari semua itu kita mungkin tau bahwa sebenarnya Bang Dedy miswar itu adalah salah satu produk unggulan dari Tuhan. ini sangat jelas terlihat dari Film Film yang dia buat dan dia bintangi. Di jaman di mana sinetron dan film itu menjadi media penyesatan bang Dedy malah bertahan melawan arus dan membuat sinetron yang berisi pencerahan . Saat sebagian besar film dan sinema kering akan makna, bang Dedy malah menghadirkan karya karya yang sarat akan pesan pesan moral. Bang Dedy benar benar telah menghadirkan secawan embun nan sejuk di tengah gersang dan tandusnya sinema sinema negeri ini.
Aku sendiri sebenarnya menduga sebenarnya Bang dedy Cuma mau menyentil telinga telinga orang indonesia bahwa sebenarnya banyak orang Indonesia yang bisa menjadi presiden bukan Cuma yang itu… itu …melulu……..
Selengkapnya...
Jumat, 2009 Februari 27
UPGRADE LAGI
Tinggal menghitung hari, dan aku akan kembali memasuki proses upgrade, salah satu software yang ada dalam diriku akan di perbaharui kembali, Sistem operasi yang ada dalam tubuhku sekarang memang sudah jauh berbeda di bandingkan empat lima bulan yang lalu, sehingga memang di perlukan perangkat lunak yang baru untuk menunjang kinerja sietemku yang super fantastis .
Tidak sabar rasanya menanti saat saat berbahagia itu, tapi yang aku kuatirkan jika pada saat proses itu tiba tiba orderku membanjir, wah bisa kacau, masalahnya proses upgrade sistem seperti ini biasanya memakan waktu yang lumayan…………………
Entah mengapa perasaan bahagiaku seperti meluap luap tanpa kendali, sehingga rasa keraguanku mengapung karenanya, padahal aku sangat menyadari bahwa semakin baik Spesifikasi sebuah sistem akan semakin berat pula beban yang akan diembankan padanya.
Selengkapnya...

