Translator/terjemahan

Senin, 20 April 2009

DONGENG TENTANG KISRUH PEMILU


Cahaya lampu menerobos masuk dari sela sela gordenku, memburu setiap rasa kantuk yang coba menyentuh kelopak mataku, bagai tiang beton yang kokoh rasa penasaran menyanggah setiap kelopak mataku ingin terkatup , desir angin dari jendelaku bertiup sesekali namun sama sekali tak membawa kesegaran. Kota Makassarku ini telah menjadi kota yang sangat panas bahkan pada saat dinihari sekalipun.
Seperti ada Perekat yang sangat kuat membuatku tak bisa beranjak dari tempat dudukku, pandanganku melekat pada dekstopku menunggu hasil perolehan suara sementara dari pusat tabulasi KPU pusat, sesekali aku menatap kakekku yang duduk tidak jauh dariku dia juga asyik mengikuti perkembangan informasi dari KPU melalui Blackberrynya.
Tiba tiba kulihat kakekku menggerutu " Dasar hacker sialan " umpatnya. Aku terkejut kulihat muncul peringatan di monitor kalau layanan data dari KPU bermasalah dan dalam beberapa menit akan mengalami perbaikan. " Apa Komputermu gangguan juga " , kakek bertanya sambil berjalan kearahku. "Iya kek" jawabku singkat, "oh kukira hpku yang terinfeksi viruz ".
Kulihat waktu di monitorku menunjukkan tgl 11 april 2109 , berarti sudah 2 hari pemilu di negeri ini berlangsung, dan KPU baru kebobolan sekali ini Hebatlah….
Pemilu kali ini memang belum terlalu familiar karena untuk pertama kalinya diselenggarakan Full digital . Para DPT tidak perlu lagi mendatangi TPS mereka cukup mengakses situs KPU kemudian memasukkan Kode DPT yang dikirimkan ke laptop atau Hp masing masing lalu sekanjutnya kita melakukan vote. Meski begitu KPU bekerja sangat profesional, semua kecurangan bisa di eliminir dengan baik.
" Saya masih mengingat jelas cerita kakekku dulu, Konon seratus tahun yang lalu di negeri ini pernah diadakan pemilu, dan sepanjang sejarah orde Reformasi Pemilu inilah yang patut di catat di museum Muri sebagai Pemilu yang terburuk, terbobrok. Pada waktu itu KPU sangat PD menyelenggarakan pemilu, meski data dari Depdagri banyak menuai protes tapi KPU berusaha memaksimalkannya " , Kakek mulai mendongeng , dan saya mendengarkannya dengan serius.
Kakek melanjutkan lagi, " Masa kampanye di warnai dengan kecurangan terutama money politik , Para caleg yang kaya raya menhambur hamburkan uang agar bisa duduk di dewan, meski sebagiannnya bisa di tindaki oleh Panwaslu, tapi ada ada saja mereka yang tidak bisa terjamah oleh hukum, terutama mereka yang dekat dengan penguasa ,Bahkan caleg yang pas pasan pun terpaksa menggadai asset mereka demi mensosialisasikan dirinya.
Proses perekrutan KPPS oleh KPU tidak transfaran mereka yang berpengalaman berbuat curang dan memihak pada partai tertentu justru itulah yang terpilih, mereka hanya di bekali dengan Buku pintar tanpa melalui pelatihan yang intensif, Sehingga anggota anggota mereka menjadi sok pintar dan terkesan lucu heheheheheh.
Aturan antara satu TPS dengan TPS lain beragam , Tidak jelas yang mana aturan sebenarnya, mereka berlaku seolah merekalah yang berkuasa sehingga kadang terjadi kesalah pahaman antara mereka dan para saksi saksi partai, Sebagian Partai juga berlaku sama begonya, Saksi saksi mereka hanya di bekali dengan "Amplop" yang cukup dan pemahaman yang minim tentang tugas saksi , sehingga di dalam TPS mereka hanya bisa bengong atau ikut berkicau tapi tak jelas Runtungannya.
Saat Pemilu selesai dan penghitungan suara berlangsung satu persatu Korban berjatuhan dimulai dari para caleg gagal, ada yang masuk Rumah Sakit Jiwa, ada yang gantung diri sebagiannya lagi bersiap siap masuk ke Buih karena kelebihan utang. Partai yang menang pada saat itu cepat menepuk dada, mereka sama sekali tak mau tau dengan cara apa kemenangan itu di raih.
Lain lagi dengan partai yang perolehannya suaranya sedikit mereka sibuk memprotes DPT yang memang sangat amburadul. Mereka sibuk mengumpulkan bukti agar bisa mencari cari kesalahan para Partai lain, Pemerintah (Depdagri), juga KPU sebagai penanggung jawab Pemilu.Pada saat itu Elit elit politik betul betul mendidik para kontituennnya agar bertambah goblok ………………….,
Tiba-tiba Blackberry kakek berbunyi……….., "wah server KPU sudah bagus " Ucap kakeku. mataku beralih ke dekstopku sebuah pesan singkat terpajang " Anda bisa kembali mengakses ke Pusat Tabulasi KPU, segera masukkan Pasword anda ".
dengan cepat aku memasukkan 12 karakter Paswordku , sesaat kemudian saya telah bisa menganalisa kembali setiap perkembangan suara partai dari KPU. Tapi fikiranku belum bisa lepas dari dongeng kakek tadi, Untungya hanya sebuah dongeng, ya untung saja ini tidak pernah betul betul terjadi……………………………….



Selengkapnya...